02
Jul
08

Otaku no Sekai

Otaku yang akan dibahas sekarang adalah istilah yang ditujukan untuk para penggemar hal-hal ‘berbau’ Jepang seperti, Anime, Manga, Game, Tokusatsu, Dorama, J-music, termasuk J-fashion. Otaku hanya satu dari komunitas-komunitas yang ada di dunia (misalnya kita kenal komunitas punk, emo, dll). Otaku sendiri sesuai namanya, muncul pertama kali di Jepang yang kemudian merambah ke negara sekitarnya termasuk Indonesia. Maka dari itu, artikel ini ditulis bagi otaku-otaku di Indonesia. Bagi orang awam semoga dapat membuka matanya setelah membaca artikel ini . . .cosplay at ciwalk

Alasan Menjadi Otaku
Setiap orang yang menyukai sesuatu (bahkan sampai tingkat yang komplex) pasti mempunyai alasan (sedikit ingin curhat). Menurut saya sebagai otaku, hal-hal berbau Jepang itu mengasikkan, unik, dan membuka mata kita kepada realitas kehidupan jaman sekarang. Hal-hal berbau Jepang tersebut dapat dijadikan hiburan tersendiri sekaligus menambah wawasan kita. Bukankah yang bukan Otakupun menyukai yang namanya manga(komik) dan anime? Dorama Jepang juga bisa dinikmati setiap orang (daripada liat film sinetron yang bikin kesel karna ceritanya yang ga orisinil dan ga selesai-selesai). Kalo fashion, siapa c yang gak tau kalo kiblat fashion sekarang ada di Jepang(bukan lagi di Prancis^^)? Kalo ada yang gak tau, sekarang saatnya kalian tau (kapan lagi bisa narsis di blog sendiri^^). Saya sendiri pertama kali menjadi otaku sesungguhnya, saat saya masih kelas 2 SMP(sekitar taun 2003). Semakin menjadi otaku, saya makin menikmatinya dan telah banyak menjadi inspirasi bagi hidup saya.

Susahnya jadi Otaku
Setiap orang kan punya kesukaan masing-masing. Ga salah kalo seringkali orang menganggap bahwa yang disukainya lebih baik dari yang orang lain sukai. Jujur saya sedih kalo jadi otaku ternyata lebih sering dicerca (tapi kita harus tetap berbangga diri, anggap saja orang yang mencerca itu iri). Tidak bisa dipungkiri bahwa disetiap event Jepang ada saja orang yang memandang hina para Otaku terutama Cosplayer (orang yang bercosplay) yang jelas-jelas kelihatan dalam mengekspresikan ke-Otaku-annya.
Pernah gak mendengar orang berkata tentang Otaku, “Ngapain sich?orang aneh” (setiap orang itu unik, kalo ada yang bilang dirinya ga aneh justru orang itu aneh kan?) , atau ada yang bilang, “Udah gede koq baca komik/nonton Anime?kaya anak kecil aja” (emang ada aturan kalo baca komik/nonton anime itu untuk anak-anak?ga kan?ga da tuh rating anak-anak! ada juga SU alias semua umur), atau bahkan ada yang bilang begini, “Harusnya kalian mencintai negara Indonesia bukannya negara orang lain” (ironisnya yang bilang begini kebanyakan orang-orang yang juga tidak menyukai kebudayaan Indonesia, malahan mereka juga menyukai budaya luar negeri) dan selain itu ada juga yang berpendapat,”Jepang kan dulu menjajah Indonesia,masa sekarang disanjung-sanjung?ini sih namanya penjajahan di dunia modern” (hey! Itu sih jaman dulu, bukannya penjajahan dunia modern yang sesungguhnya itu karena korupsi, teroris, dan kebodohan lantaran pemerintah lebih sibuk dengan politik daripada pendidikan dan ekonomi?). Sebaiknya introspeksi diri sendiri dulu deh sebelum mengomentari orang lain, setuju?
Sebenernya ini masalah keterbukaan. Andai saja orang awam itu lebih terbuka dan melihat sisi lain (yang positif) dari para otaku. Nah hal ini juga harus jadi perhatian para Otaku sendiri. Kalo tidak mau dinilai jelek sama orang lain, tunjukkan bahwa banyak hal positif yang dapat kita lakukan dan yang kita terima sebagai seorang otaku (tul ga?). Kadang pengen ketawa juga ada orang yang berkomentar seperti itu. Malahan mungkin Otaku lebih mencintai negeri Indonesia dibandingkan orang awam yang berpendapat seperti diatas. Jujur saya sangat menyesalkan hal ini, karena seperti yang kita tahu orang Jepang itu orang yang sangat menghargai kebudayaannya, sedangkan Rakyat Indonesia sebaliknya. Rakyat saat ini lebih banyak jadi plagiat meniru negara lain. Setelah kebudayaannya direbut orang lain, baru saja diributkan, coba kalo belum ada kejadian kaya gitu kebudayaan ditelantarkan begitu saja (mungkin negara tetangga berpikir daripada kebudayaan sebagus ini ditelantarkan, lebih baik kita ambil saja^^). Ee..Ini kan masalah hobi, koq nyambung ke Negara!?

To Be Otaku is Fun
Walaupun dukanya banyak begitu, tetep aja jadi otaku itu fun (menyenangkan .red). Saya yakin di Indonesia ada banyak komunitas (genk motor masuk kaga ya?!) tapi saya juga yakin kalo J-community (otaku) lebih banyak ngadain event di Indonesia, terutama di Bandung kotaku tercinta^^ (walaupun diakui yang ikut orang itu itu lagi). Event-event tersebut biasanya diadakan di sekolah-sekolah/kampus-kampus dan di mall-mall gede(kaya mall cikutra, taman anggrek, ciwalk, BSM, dll). Jadi otaku juga bisa menunjukkan kreatifitas baik dalam ber-cosplay maupun menggambar manga). Khusus bagi cosplayers, sangatlah menyenangkan ketika ber-cosplay karena saat itu cosplayers bisa merasa jadi artis sehari. Serasa jadi sorotan utama saat itu karena banyak yang melihat dan meminta cosplayers untuk difoto atau foto bareng. Belum lagi masuk majalah/bahkan diliput wartawan. Jadi komunitas minor juga menjadi kesan tersendiri bagi Otaku. Saya yakin komunitas lainpun bakalan iri termasuk bagi komunitas mayor. Contohnya salah satu community yang ada di Bandung yang sama-sama dari dunia oriental (maybe you know what). Saya akui anggota mereka lebih banyak, tapi tetap saja ga bisa ngadain event kaya otaku. Mau ngadain event kaya apa? Cosplay? itu kan namanya niru Japan community. Maaf ya kalo ada komunitas yang merasa tersinggung, karena artikel ini ditujukan buat membesarkan hati para Otaku yang selama ini lebih banyak dapet imbas yang ga enak (kalo bukan Otaku-nya sendiri yang muji siapa lagi^^). Saatnya Otaku di jaman sekarang ini bangkit!!

To Be a Great Otaku
Udah tau kan suka dukanya menjadi otaku. Sekarang saatnya kita para otaku mengantisipasi kesan negatif dari orang awam selama ini. Hal-hal yang harus diperhatikan bila menjadi Otaku;

  • Kalo kamu penggemar anime/manga, pandai-pandailah memilah hal positif dan negatif dari sebuah manga/anime. Maksudnya begini, hal negatif dijadikan pelajaran, diwaspadai, dan dihindari untuk dilakukan sedangkan hal positif dimasukkan dalam otak dan diterapkan dengan baik. Kalau kamu animanga Otaku belum bisa memilah, sebaiknya konsultasikan/tanyakan pada orang tua/guru (kalau perlu ke guru agama) biar bisa mengetahui mana yang baik/buruk. Kalo kamu gampang terpengaruh dengan mistik, psycho, atau hentai, sebaiknya hindari bacaan demikian atau kalian perlu memperkuat iman dulu gitu^^hehe.. Jangan lupa untuk mendahulukan belajar daripada baca manga/nonton anime biar orangtua kagak marah-marah en akhirnya membuang semua koleksi kalian kaya yang dialami nobita (Doraemon)^^
  • Jadi high quality Otaku. Kalo jadi high quality Otaku dijamin terhindar ejekan dan larangan. Kenapa begitu? Ya iyalah, sudah jadi otaku tapi pinter dan berprestasi mana ada yang ngejek dan ngelarang kita jadi otaku. Berprestasi itu macam-macam lho, bukan cuma jadi ranking 1 di kelas aja, bisa juga di bidang non-akademik (misalnya ikut olimpiade, masuk universitas favorite, bahkan sekedar jadi juara menggambar atau juara cosplay, itu juga cukup membanggakan). Prestasi itu kan bisa juga dimulai dari hal-hal kecil. Buktinya banyak juga sesama otaku yang berkualitas, ada yang masuk ITB/UPI, ada juga tim Lunar (part of them are my friend) yang terkenal sebagai pemenang cosplay secara berturut-turut di Bandung, dan sebagainya. Bagi kamu yang tidak ada prestasi juga masih berpeluang jadi high quality Otaku dengan minimal memiliki suatu kemampuan misalnya menjahit, menggambar, berbicara,dll. Hal-hal kecil seperti itu juga bisa dikembangkan dan jika dilakukan dengan teknik yang benar juga dapat dipakai untuk menghasilkan uang.
  • Realistis. Bedakan mana dunia nyata, mana dunia otaku. Jangan terbatas pada dunia kita sendiri, tapi juga melihat dunia sekaliling kita. Tidak semua orang yang kita temui suka Jepang kan, jadi kita harus tahu kapan harus memasukkan unsur Jepang kepada obrolan kita. Ga ada salahnya kita tahu hal-hal yang selain Jepang (biar ga kelihatan terlalu maniak). Berlaku juga untuk penggemar Visual Kei (style musik J-Rock .red), Indonesia berbeda dengan Jepang yang bisa berVisual dalam keseharian kita. Kalo buat cowo, cari waktu yang tepat untuk berVisual (misalnya saat event).
  • Cari tahu berita ter-update lewat situs(web), forum, atau media massa. Buat yang bener-bener otaku jangan ketinggalan berita terbaru seputar Japan donk (misalnya anime/manga terbaru, Dorama terbaru, event terbaru,dll). Kalian bisa cari di Internet, ikutan ngobrol di forum atau chating, bisa juga lewat radio (misalnya nihon ongaku di sky 90.50 fm) dan majalah (misalnya animonster). Selebihnya kalian juga bisa tanyakan teman yang lebih rajin^^.
  • Koleksi benda yang jadi favoritemu. Koleksi itu bisa berupa cd/dvd, manga, atau mercandise seperti modeling kit, kaos, poster,dan sebagainya. Para cosplayer mungkin mengkoleksi baju-baju cosplay. Selain bisa mengkoleksi, pastikan kamu mendapat harga yang sesuai dengan pendapatan, juga hati-hati bila membeli di online store atau memesan dari iklan yang ga ada alamatnya, jangan sampai tertipu, soalnya banyak juga yang tidak hati-hati sehingga uangnya amblas tanpa mendapat barang yang diinginkan (mengingat susahnya mencari koleksian keJepangan di Indonesia). Store yang bisa dijadikan pilihan misalnya (sedikit promosi), Gonzo (cihampelas 42a), Ohayou (cihampelas42c), atau Animart (ciwalk).
  • Datang ke event. Sering-seringlah main ke event-event terdekat di kotamu, carilah teman agar tidak sendirian di event, dan cobalah mengikuti lomba-lomba yang diadakan di event biar tambah eksis. Kalo ada kuis dadakan atau acara lempar-lempar hadiah, berjuanglah untuk mendapatkan salah satu dari hadiah tersebut agar tidak pulang dengan tangan kosong (berdasarkan pengalaman pribadi yang mendapat bingkisan dari purezento yang dilempar gratisan). Terakhir belilah makanan yang tidak pernah kamu coba sebelumnya atau beli sesuatu yang limited edition di stan yang ada.
  • Terakhir, harus selalu punya budget. Berdasarkan reset, Otaku di Jepang menghabiskan 1 milyar yen setiap tahun untuk membeli barang yang mereka sukai. Hal ini menunjukkan betapa uang itu penting (tapi jangan mata duitan juga^^). Maksud saya bukan berarti jadi otaku itu harus kaya, tapi hanya perlu budget. Bedanya? Tidak usah ikut-ikut menghabiskan 1 milyar pertahun, bisa bangkrut donk, udah mah negara kita ini miskin. Tenang saja, barang-barang yang dijual di Indonesia tergolong murah koq dibandingkan di luar negeri. Sesuaikan saja dengan uang sakumu. Saya saja hanya diberi uang saku 5000 rupiah/hari (cukup kecil untuk ukuran anak muda jaman sekarang) tapi bisa bercosplay atau sekedar beli majalah, cd, dan makanan^^. Jangan lihat besar kecilnya, tapi lihat kegunaannya, dengan 7000 rupiah saja bisa beli takoyaki. Buat yang masih sekolah, budget bisa dicari dengan cara mengumpulkan uang saku atau cari kerja sambilan, kalo yang sudah punya pekerjaan tetap ga usah dipikirin tentang budget, tinggal mengatur besar pengeluaran yang sesuai.
    daftar istilah;

  • Anime = animasi
  • Manga = komik/cerita bergambar
  • Tokusatsu = film super hero seperti Kamen rider (ksatria baja hitam) tau power ranger
  • Dorama = drama jepang yang kalo di Indonesia namanya sinetron
  • J-community = japan community, komunitas jepang
  • Cosplay = costume play, bermain dengan kostum menirukan tokoh anime/manga atau yang berhubungan dengan style Jepang.
  • Cosplayer = orang yang suka bercosplay
  • Oriental = negara-negara di asia timur seperti Korea, China, Jepang, dan taiwan
  • Psycho = sadistis/pembunuhan sadis
  • Hentai = adegan nudity atau mesum
  • Visual Kei = style band-band J-Rock indies yang mengutamakan makeup, hairstyle dan cross dressing (memakai pakaian lawan jenis)
  • Modeling kit = boneka yang mengambil karakter anime/manga sebagai designnya

Bagaimana artikel diatas? Kalo ada kekurangan, silahkan tambahkan lewat komentar. Kalo ada kesalahan dalam penulisan silahkan koreksi lewat komentar. Kalo ada saran juga sampaikanlah lewat komentar. Intinya tolong kasih komentar^^v. Mohon maaf bila ada pihak-pihak yang tersinggung atas artikel di atas! Thanks for reading!

(nb: mohon bila memberi komentar jangan dengan emosi, hindari kata-kata yang kasar, dan tetap friendly karena saya membuat artikel ini bukan atas dasar emosional atau untuk menyinggung hati seseorang)^^’.


4 Responses to “Otaku no Sekai”


  1. 1 asuna17
    August 23, 2008 at 5:44 am

    Wow, klo watashiwa cuma suka yang berbau Jepun misal dorama, musik dan animenya tapi gak sampai maen cosplay atau koleksi benda2 gituan.

    Nice artikel😀

  2. 2 Mizu Rei
    August 23, 2008 at 10:49 am

    ya gapapa yang penting fun..siapa tau artikelnya berguna ya!

  3. 3 Devin_r!No4
    April 29, 2009 at 7:50 am

    Memang benar ya klo Otaku sering dicerca. A q jg ngalamin. Banyak yang bilang “udah gede tapi bacaannya komik melulu atau nonton kartun melulu”. Padahal mungkin aq jg salah satu dlm kategori High Quality Otaku kali ya… (bkn sombong lho)! Buktinya Aqu selalu dapet juara terus dikelas. Aq jg hobby nggambar anime bahkan dari hobby qu itu aqu bisa menjual gambar anime buatanku ke temen2 q. Lumayanlah bs nambah2 uang jajan He…heee… Sekarang aq mw seriusin bkn komik sendiri n’ tw ga ma2 qu dukung lho aq jad otaku asal jag mpe kelewatan aja krn ga semua ortu kan yang ngizinin qt ky otaku. Thank’s mom I love You So Much..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


days

July 2008
S M T W T F S
    Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Categories


%d bloggers like this: