28
Jul
08

Shoxx vol.181 Interview With The GazettE

Sejak kalian merilis album stacked rubbish, the Gazette melakukan tour di dalam dan luar
Jepang pada tahun 2007, dan mempromosikan stacked rubbish[Pulse Wriggling To Black 02]
hingga selesai. Kalian masih mempunyai [Pulse Wriggling To Black 03] pada musim semi mendatang, tapi apa yang kalian rasakan sekarang?

Uruha : Well, stacked rubbish bagaikan ucapan selamat pagi, kemudian aku merasa [Pulse Wriggling To Black 02] seperti “ini hari yang berat”.
Reita : ‘Ini hari yang berat’?! terdengar seperti kau akan “berakhir” (tertawa)
Uruha : Bukan begitu, kita masih harus berlanjut (tertawa)

Pada akhir bulan, saya meliput local live [Pulse Wriggling To Black 02] di Nagoya.
Saya berkesan kalau kalian telah berhasil dalam tour di Eropa. Saya merasa kalian lebih kuat dari sebelumnya sebagai band yang hidup.

Uruha : Ah ya saya juga berfikir kalau kami sudah cukup bertumbuh
Reita : Bertumbuh..ya tidak masalah seberapa banyak pendapat mengenai apa musik yang kami mainkan, dimana, berdasarkan apa dan sebagainya.
Kami tidak khawatir dengan banyaknya rintangan, selama kami masih bisa memainkan setiap lagu kami dengan baik.
Kai : Saya rasa setiap member sungguh tertantang pada tour ini. Jadi, tour di Eropa baik buat kami.

Saya mengerti.

Kai : Jika kami tidak melakukan tour Eropa dan kami melakukan dari [Pulse Wriggling To Black 01] hingga [02] mungkin akan sedikit berbeda.

Kemudian setelah kalian melakukan semua itu, kalian paling berkonsentrasi pada bagian yang mana?

Kai : Bagi kami itu seperti menantang sesuatu dari dasar ladder.
Saya pikir, kami dapat melatih diri sendiri dari sana, tetapi ketika kami kembali ke sini dan memulai Pulse Wriggling To Black 02, kita memiliki gap in our awareness antara staff produksi dan kami sendiri.

Maksud kamu?

Kai : Baiklah, saya berpikir kami telah banyak bertumbuh jadi ketika kami kembali, kami merasakan kebaikan distance bersama staff kami.
Kami telah bertumbuh tetapi mereka belum bertumbuh bersama kami. Kami mencoba untuk bekerja dengan itu, tapi kami tidak mendapat sesuatu yang sempurna.

Maka kalian akan melakukan tour[Pulse Wriggling To Black 03]pada musim semi ini? Saya berharap kalian dapat terus melanjutkan pekerjaan kalian.

Kai : Ya, karena ini tour yang panjang. Ada beberapa hal ynag kami dapat lakukan tahun ini, dan yang ingin kami lakukan lebih banyak tahun mendatang.
Aoi : hari ini kamu terlihat muram selama mendengar member lain bicara. Apa yang kamu rasakan pada tour ini?
Aoi : Pada dasarnya saya berpendapat sama dengan yang lain katakan. pada penampilan pertama di tour[Pulse Wriggling To Black 02]dimana merupakan live pertama kami setelah kembali dari luar negeri,
kami merasa bagus sekali bisa tampil live menggunakan instrument dan material yang kami miliki, tetapi saat kami melakukan penampilan kedua dan ketiga,
secara halus, saya merasa kalau saya belum melakukannya 100% hingga live terakhir.

Apa alasannya?

Aoi : Hmm, Saya tidak yakin alasannya kenapa. Bukan berarti saya tidak menikmati tour ini, hanya saya belum melakukan semua yang saya inginkan.

Saya melihat saat live tidak terlihat demikian.

Aoi : Ya, benar, tapi jika kamu mengatakan sesuatu seperti itu saat live, hal itu akan menjadi akhir dari segalanya (tersenyum)
Ruki : Baiklah, saya mengerti apa yang Aoi ingin katakan. Kami tidak pernah melakukan pertunjukkan yang sangat buruk, sebaliknya kami melakukan yang terbaik yang kami bisa,
tapi kami tetap memiliki kelemahan dalam beberapa alasan. Kamu tahu kan, saya berpikir bahwa itu hanyalah ‘something beside us’.

Maksud kamu koordinasi dengan staff tidak bekerja dengan baik ya?

Ruki : Mungkin. tapi saya pikir tidak ada gunanya membicarakan hal menyebalkan dalam interview. Fans tidak mau mengetahui hal itu.
Aoi : Jika live kami hanya sekedar penampilan kami di atas panggung, saya pikir tidak perlu membicarakan hal itu, tapi kita juga mencari sesuatu yang lebih dari itu.
Ruki : Saya tahu sebagian orang berpikir selama anggota band baik-baik saja maka semua hal akan baik.
Tapi, kami ingin para staff dan tentu saja para penonton dan juga kami bekerja keras bersama menjadi satu.
Kami tidak akan puas tanpa menerima itu, jadi saya pikir itulah alasan mengapa kami menjalaninya.

Selama pengalaman tour yang panjang ini, saya pikir pengertian kalian mengenai pentingnya kerja tim kian berkembang.

Ruki : Pada tour di Eropa, kami belum mempunyai cukup staff,tapi bagaimanapun kami dapat melakukan apa yang kami inginkan.
Kemudian setelah kami kembali ke sini, kami memiliki cukup staff tapi malah tidak dapat melakukan apa yang kami inginkan.

Kalian keras terhadap diri sendiri?

Aoi : Tidak, saya tidak berpikir demikian.
Kami sesungguhnya tidak berekspetasi tinggi dan pergi ke Eropa tidak merubahnya, saya hanya khawatir kalau kami turun tanpa notice.
Diri kami sendiri tidak pernah merubah pengertian kami tentang live dan tour sampai sekarang.

Ruki : Sebenarnya, saya tidak suka mengatakan hal ini dalam interview karena saya merasa seperti mengeluh. (tersenyum) Tapi member the Gazette tidak hanya kami.
Jika tidak melibatkan staff kami dan fans kami, kami tidak dapat melaksanakan konser the Gazette dengan segenap kemampuan kami.
Ketika semua orang datang, kami dapat memberikan 100% yang kami miliki untuk konser kami bahkan lebih dari itu.
Dalam beberapa alasan, saya sungguh ingin membuat [Pulse Wriggling To Black 03] lebih berhasil. Jadi lain kali, brace yourselves!
Uruha : Ya itu akan sangat hebat!
Ruki : Dibandingkan menjadi sempurna, yang kami cari adalah ‘terbang lebih tinggi’.
Saya berpendapat lagi, kami bisa saja menjadi band yang memberi 120% di lives kapanpun dan apapun situasi yang terjadi.

Btw, the Gazette akan merilis Guren pada tahun 2008 sebelum tour[Pulse Wriggling To Black 03], jadi saya akan bertanya mengenai hal itu.
Saya dengar kalian sedang berada dalam tahap produksi.

Ruki : Ya. Kami juga sedang mengerjakan 2 lagu lainnya.

Saat ini, saya mendengar lagu yang berjudul Guren. Apa yang mendasari dibuatnya single ini?

Ruki : Baiklah, kami membuatnya seperti biasa. Saya memfokuskan apa yang saya ingin lakukan dan melakukannya, secara normal.
Aoi : Kami tidak berpikir stacked rubbish seperti itu, jadi kami sebaiknya mengerjakannya seperti itu.
Kebiasaan kami dalam menciptakan lagu selalu berdasarkan apa yang ingin kami dengar saat ini yang tidak pernah berubah sampai sekarang.
Kami punya visi tapi kami tidak memikirkan banyak hal mengenai single kami yang banyak.
Ruki : Bagaimanapun juga, single ini keluar dari album sedikit-sedikit, tapi kami juga meletakkan hal baru di single ini.

Siapa yang membuat Guren?

Uruha : Ruki.
Aoi : Dia the main composer-nya, kami bangga padanya!(tertawa)
Ruki : Apa maksud kata-kata itu?(tertawa)

Selain Guren, 2 lagu lainnya Kyomunoowari ~ Hakozumenomokushi dan Kugutsue ada di single ini.
Siapa yang membuat lagu itu?

Ruki : Kugutsue dibuat oleh Aoi dan Kyomunoowari ~ Hakozumenomokushi dibuat Uruha.

Kapan kalian membuatnya? Kalian sibuk melakukan tour sampai sekarang, bagaimana kalian menemukan waktu?

Ruki : Pada waktu luang selama tour.

Tentang Guren, bagaimana kamu memproduksinya selama tour?

Ruki : Selama tour, saya memikirkan melodi utamanya dan kemudian intronya.
Setelah pulang ke rumah, saya mengingatnya dan menggabungkannya dalam satu lagu.

Apa yang kamu bayangkan ketika membuatnya?

Ruki : Saya mempunyai ide tentang jenis lagunya lalu membuatnya dari awal.
Saya segera menemukan kata ‘Guren’ dan membuat konten bersamaan dengan itu.

Apa yang kamu bayangkan dari kata, ‘Guren’?

Ruki : Saya membayangkan sesuatu yang berwarna merah, merahnya lampu sirene, merahnya darah, sesuatu seperti itu.
Tapi akan tidak bagus memberi judul lagu seperti siren(tersenyum), jadi saya menggunakan kata Guren untuk mengekspresikan warna darah manusia.
Mengenai liriknya, saya menulis apa yang saya pikirkan sekarang, dan saya menuliskan mengenai ‘dunia’ dalam Burial Applicant (stacked rubbish),
dimana ceritanya berhubungan dengan baik.

Ketika kamu membuat Burial Applicant, Apa hal menarik saat melihat ‘dunia’ itu?

Ruki : Saat itu saya tidak berpikir serius tapi setelah menulis Burial Applicant, saya membuat cerita seputar ‘dunia’ itu lagi. Cerita bagus ini sering terjadi di dunia nyata.
Contohnya, Wanita mendapat pregnant, atau tidak ada kamar di rumah sakit bahkan ketika dia ingin melahirkan dan dia dikirim dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya.

Tentu ada banyak kesedihan yang tersirat.

Ruki : Karena itu, saya merasakan bahaya kehidupan, atau berharganya kehidupan hari ini, dan saya menuliskan hal mengenai itu di sini.

Apakah kata ‘yurikago(=cradle)’ pada lirik Guren merupakan simbol dari cerita tersebut?

Ruki : Saya akan memberikan detailnya tapi saya takut ini akan memakan banyak waktu, tapi ada beberapa hal yang melatarbelakanginya.

Kalau begitu, saya akan menanyakan mengenai detailnya pada jilid tambahan, Shoxx Wave yang akan segera rilis.
Jadi mengenai lagunya sendiri, dan nada dari lagunya, apa yang kau buat penting dari lagu ini?

Aoi : Karena isinya bagus, awalnya terlihat berat dan kelam tapi kami tidak mau memiliki perasaan dangkal mengenai lagu ini.
Ruki : Kami tidak mau lagu ini menjadi seperti ruangan tertutup, melainkan kami butuh perasaan yang mendalam.

Jadi, ketika band menerima original song dari Ruki, kalian melalui berbagai proses?

Aoi : Dengan gitar, saya mencoba bermacam nada dan bertanya pada Ruki, apa nada yang dia inginkan.
Ruki : Ya, setelah berdiskusi kita mendapat ide yang bagus.

Kesanku, ketika mendengar lagu ini, saya menemukan ketenangan.
Tidak begitu menonjol, tapi kamu memasukkan akustik gitar di berbagai bagian, dan membuat mood yang mendalam yang benar-benar bisa dirasakan.

Aoi : Ya. Bass Reita dan dimasukkannya suara drum sangat bagus.

Apa itu dihasilkan oleh drum machine?

Kai : Oh tidak. Hanya saya yang memainkan drum.(tersenyum)
Aoi : Saya hanya bercanda.(tertawa) Tapi saat ini, musiknya sangat bagus, lebih dari yang biasa kudengar.
Ruki : Mereka menghabiskan banyak waktu, bicara banyak seputar ini bagus atau ini buruk.(tertawa)
Reita : Ini pertama kalinya kami merekam hanya 1 lagu dalam sehari bahkan kami bekerja hingga jam 3 tengah malam, dan ini tidak terjadi karena kami mengambil waktu untuk bermain,
tapi kami mengambil waktu untuk memilih nada dan itu sangat melelahkan.
Aoi : Mereka berdiskusi satu sama lain dan membicarakan hal seperti, “Kamu sebaiknya setuju dengan ini!”, “Tidak, ini seharusnya tidak seperti itu!” (tertawa)

Hmm, jadi bagaimana sesungguhnya ini?(tertawa)

Reita : Saat ini, saya merekam bagian bass dengan cara yang berbeda dari kebiasaanku.
Saya menggunakan sistem, dan merekamnya dengan mikrofon dan kemudian mencampurnya dengan yang lain.
Sangat sulit mendapat keseimbangan yang baik, tapi saya melakukannya dengan tenang. Karena saya telah bekerja keras,
saya kira hasil akhirnya akan bagus.
Aoi : Saya merasa suara bassnya sangat profound
Ruki : Ya, sangat mendalam. Saya yakin ada banyak cara untuk mencoba menemukan nada favorite kami.
Reita : Karena itu saya belajar sesuatu hal lagi pada rekaman kali ini.

Btw, Kai, bagaimana rekamanmu?

Kai : Saya juga mendapat pelajaran.
Contohnya, jika saya memukul drum pada bagian berbeda, saya terkejut mengetahui banyaknya sound berbeda yang dapat saya buat.
Biasanya memukul pusat drum dapat menjadi sound yang lebih baik, tapi saat ini, memukul tepi drum lebih cocok dengan lagunya.
Ruki : Juga berbeda ketika kita mendengar sound instrumen masing-masing dengan mendengar soundnya secara keseluruhan ketika kita bermain bersama.
Kai : Maka saat ini, saya mencoba merekam suara drum lagi ketika suara bass sudah direkam. Ini pertama kalinya dalam hidup saya.

Jadi, Bagaimana dengan kedua gitaris?

Aoi : Permainan gitar juga berubah beberapa kali. Bagian akustik gitar dalam melengkapi lagu adalah yang saya mainkan pertama kali, sebuah elektrik gitar dengan 12 string.
Kami mengatur untuk mendapatkan gloss yang nyata pada lagu ini, tidak hanya heavy dan nge-dark.
Uruha : Kita melihat sound yang bagus. Mungkin secara alami, tapi kami menitikberatkan sound terbaik yang didapat untuk menyelaraskan lagu ini.
Aoi : Pekerjaan terbesar kami adalah kami dapat meraih level musik yang komposer senang dengannya.
Ruki : Saat ini saya mengatakan berbagai hal mengenai musik kami. It should be clear but not to clear.
Sedikit sulit dimengerti, tapi saya berpikir bahwa akhirnya kita dapat menerimanya.

Hasilnya, Guren benar-benar lagu yang bagus.

Ruki :Pada dasarnya, ini lagu yang melodius, tapi bukan POP.
Jika ada beberapa orang yang mendengar lagu ini dan berkata ini POP, mereka tidak mengerti apa itu POP.

Saya mengerti (tertawa)

Ruki : Mengenai liriknya, saya pikir ada beberapa orang yang akan membuat kesalahan dan berpikir lagu ini mengenai cerita cinta yang indah,
tapi jika mereka mengerti lagu ini, dan menyimaknya, mereka akan mengerti lagu ini tidak begitu.
Kai : Saya pikir lagu ini akan tetap tinggal dengan kami. Lagu ini bagus.

Mengenai coupling song-nya, kalian melengkapinya sekarang, tapi lagu-lagu itu akan seperti apa?

Uruha : Mengenai Kyomunoowari~Hakozumenomokushi, saya membayangkan basement.
Ruki : Rhythm-nya, memiliki mood yang kelam, tidak seperti yang kita lakukan sebelumnya.
Saya pikir lagu ini merupakan tipe lagu yang sulit.
Reita : Lagu ini membuat kami merasa indahnya masa lalu dan tidak asing bagi kami.
Ruki : Ah, seperti perasaan underground? Mungkin.
Aoi : Ya, Kugutsue juga membuat kita merasakan masa lalu, seperti pertengahan tahun 90-an.
Ruki : Saya mengerti. Mood-nya seperti itu.
Aoi : Saya coba membuat lagu yang lebih fashionable, tapi ketika saya melengkapinya, lagu ini sungguh ‘jadul’!(tertawa)
Ruki : Tapi itu poin bagusnya.(tertawa)
Aoi : Ya, dalam Visual Kei, melodi utamanya sebaiknya seperti ini! Harus seperti ini! ketika kami memainkannya, kami merasa sangat nyaman.(tertawa)
Ruki : Mungkin begitu. Fans yang sudah lama mendengar lagu kami akan mengerti apa yang kami maksud ketika mereka mendengarkan musiknya.
Persembahan permainan the Gazette sebagai lagu persembahan kami sangat menarik bagi saya.
Kalian tahu, lagu ini bercita rasa kuno tapi sangat keren.(tertawa)
Reita : Tapi orang yang tidak tahu tentang kami sejak lama mungkin merasa fresh dengan lagu ini.
Aoi : Itu untuk mengatakan bahwa kami adalah band Visual Kei terakhir yang berasal dari periode Heisei.
Jadi tolong jangan sebut kami ‘neo Visualism’.(tertawa)

translated by:Mizu~Rei(mohon maaf bila ada kesalahan dalam menerjemahkan)


0 Responses to “Shoxx vol.181 Interview With The GazettE”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


days

July 2008
S M T W T F S
    Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Categories


%d bloggers like this: